Bisakah Kita Benar-benar ‘Mengatur Ulang Internet’ Agar Lebih Aman Untuk Anak-anak?

GARDAJP

“Penyetelan kembali internet secara besar-besaran sehingga lebih aman” adalah langkah Gill Whitehead berasal dari Ofcom menggambarkan pengumuman keselamatan anak berasal dari pengawas komunikasi kepada saya.

Namun apakah hal ini sangat sanggup memberikan pergantian besar dalam bantuan anak secara online? Selain mendengarkan musik, bermain games juga dapat membantu mengisi waktumu ketika sedang bosan. Nah di GARDAJP banyak banget nih games yang bisa kamu coba mainkan!

Mematikan dan membangkitkan kembali teknologi yang rusak adalah perbaikan yang sudah dicoba dan dipercaya, namun “mengatur kembali jaringan” jauh lebih menantang.

Pertama-tama, memperhitungkan skala tugasnya: biarpun fokusnya adalah pada perusahaan tempat sosial terbesar dan paling berisiko, lebih berasal dari 150.000 layanan tunduk pada Undang-Undang Keamanan Online, dan undang-undang baru yang wajib ditegakkan oleh Ofcom.

Menurut Ms Whitehead, perusahaan teknologi besar sudah mengambil alih tindakan.

Dia menunjuk pada langkah-langkah yang dikerjakan pemilik Facebook dan Instagram, Meta, untuk memerangi grooming, dan langkah-langkah yang diambil alih oleh web site streaming Twitch, milik Amazon, untuk menghentikan pengguna di bawah umur menyaksikan konten “dewasa”.

Namun masalahnya jauh lebih luas berasal dari itu.

Internet Matters, yang memberikan arahan mengenai keamanan online, baru saja menerbitkan penelitian yang memperlihatkan bahwa satu berasal dari tujuh remaja berusia 16 th. ke bawah dulu mengalami wujud pelecehan seksual berbasis gambar, dan lebih berasal dari setengahnya menyebutkan bahwa anak muda yang mereka kenal adalah pelakunya. .

Dan baru akan memasuki paruh kedua th. 2025 sebelum ketentuan baru ini terasa berlaku – para penggiat keselamatan anak menyebutkan bahwa hal ini belum lumayan cepat, dan langkah-langkah yang diambil alih belum lumayan efektif.

Dan ingat, pengumuman ini merupakan sebuah konsultasi, yang barangkali besar akan menjadi pertukaran pada regulator, perusahaan teknologi, pakar, orang tua, dan sejumlah kelompok aktivis yang gigih.

Pemeriksaan usia

Di pada 40 langkah praktis dalam rancangan Kode Praktik Keselamatan Anak, lebih dari satu diantaranya akan sangat kontroversial.

Salah satu bidang yang menjadi perbincangan adalah bagaimana perusahaan teknologi memeriksa apakah penggunanya adalah anak-anak, dan apakah mereka anak-anak, apakah mereka lumayan umur untuk menggunakan layanan tersebut.

Regulator menyebutnya sebagai “jaminan usia”. Tidak disebutkan secara pasti bagaimana hal ini wajib dikerjakan – namun paham bahwa mencentang kotak atau memasukkan tanggal lahir saja tidak akan cukup.

Sebelumnya mereka memperlihatkan bahwa teknologi yang memindai muka pengguna dan menggunakan kecerdasan buatan untuk memperkirakan umur sanggup diterima, jikalau digunakan sejalan bersama dengan permintaan bukti umur lebih lanjut.

Namun pengecekan umur sanggup artinya puluhan juta pengguna tempat sosial di Inggris, lebih dari satu besar adalah orang dewasa, memberikan Info kepada perusahaan teknologi – atau usaha pengecekan umur pihak ketiga.

Para pegiat privasi sudah menolak hal ini. Jim Killock, berasal dari aktivis hak digital Open Rights Group, menulis:

“Orang dewasa akan dihadapkan pada sebuah pilihan: halangi kebebasan berekspresi mereka bersama dengan tidak membuka konten, atau memaparkan diri mereka pada peningkatan risiko keamanan yang akan timbul berasal dari pelanggaran information dan web site phishing”.

Namun lebih dari satu perusahaan pemeriksa umur pihak ketiga tidak setuju, dan kepala Yoti Robin Tombs menyebutkan kepada BBC bahwa sistemnya sanggup memeriksa umur orang “tanpa membagikan rincian identitas mereka ke web site web site atau aplikasi yang mereka cobalah akses”.

Sistem baru terhitung berusaha untuk menghindar hal-hal yang terlihat jelas, layaknya penggunaan foto orang yang lebih tua, bersama dengan memeriksa “keaktifan”.

Namun lebih dari satu pihak berpendapat bahwa pengecekan umur akan menjadi kontra-produktif.

“Hal terburuk adalah menyebutkan kepada anak muda ‘Anda tidak boleh menyaksikan ini’,” kata profesor Universitas Surrey, Alan Woodward, kepada BBC.

“Mereka akan mendapatkan langkah mengatasinya, apakah itu menggunakan VPN (jaringan pribadi virtual) untuk melalui rute yang tidak perlu hal tersebut atau di mana mereka sanggup masuk bersama dengan detail orang lain.”

Meskipun ia menopang penghentian anak-anak menyaksikan lebih dari satu konten, ia khawatir lebih dari satu anak akan merespons bersama dengan mencari sudut-sudut gelap di internet di mana pengecekan umur tidak diberlakukan.

Dan information Ofcom sendiri memperlihatkan bahwa lebih dari satu besar orang tua bersedia menjadi kolaborator dalam mengizinkan anak-anak di bawah umur menggunakan web site tempat sosial di bawah umur minimum.

Misalnya, orang tua atau kakak yang membuka akun yang sesudah itu digunakan oleh anak akan lebih susah dicegah.

Bos meta Mark Zuckerberg di awalnya berargumentasi bahwa ia lebih suka menjadikan toko aplikasi, layaknya yang dioperasikan oleh Apple dan Google, untuk memeriksa umur – namun penjaga gerbang penting ini tidak tercakup dalam konsultasi.

Ofcom menyebutkan kepada saya bahwa mereka akan berkonsultasi mengenai peran toko aplikasi dalam bantuan anak-anak, dan pemerintah akan mempunyai wewenang untuk menerapkan bea baru bagi toko aplikasi jikalau laporan tersebut memperlihatkan bahwa hal tersebut diperlukan.

Namun hal itu baru akan berlangsung pada th. 2026.

Enkripsi ekstra

Masalah kontroversial lainnya dalam sesuaikan kembali jaringan adalah meningkatnya penggunaan enkripsi ujung ke ujung.

Teknologi ini artinya hanya pengirim dan penerima yang sanggup membaca pesan, menyaksikan tempat atau mendengar panggilan telpon – apalagi pembuat aplikasi tidak sanggup membuka kontennya.

Para pegiat berpendapat bahwa teknologi mempersulit perusahaan-perusahaan besar untuk mendapatkan pelecehan pada anak di platform mereka ketika pesan-pesan dilindungi oleh keamanan yang, apalagi platform itu sendiri tidak sanggup merusaknya.

Ofcom membawa wewenang untuk memaksa perusahaan memindai materi pelecehan seksual pada anak-anak di lingkungan terenkripsi, namun baru akhir th. ini mereka sanggup memilih bagaimana mereka akan menggunakan wewenang tersebut.

Beberapa layanan terenkripsi layaknya Signal dan WhatsApp menyebutkan mereka tidak akan mematuhi tindakan apa pun yang melemahkan keamanan dan privasi sistem mereka.

Pemilik WhatsApp, Meta, menyebutkan pihaknya akan memperluas penggunaan enkripsi end-to-end pada platformnya – sebuah keputusan yang tidak disukai oleh banyak badan amal anak-anak dan pemerintah.

Tidak paham bagaimana operator layanan terenkripsi sanggup menghindar pengguna remaja menyaksikan style konten berbahaya lainnya, sekaligus merawat keamanan dan privasi layanan mereka tetap utuh. Jangan Lupa cobain main berbagai games online seru di GARDAJP ya guys.

Namun jikalau perusahaan teknologi gagal, pesan berasal dari pengawas ini paham – konsekuensinya akan serius, baik berupa denda yang besar bagi perusahaan tersebut, maupun dampaknya pada kesegaran mental dan kesejahteraan anak-anak.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *